Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Website Kencan Bersekutu Hadang Penjahat Seks

Website Kencan Bersekutu Hadang Penjahat Seks


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi (ist)
California -

Para predator seks sering membuat profil di website kencan untuk mencari mangsa. Tak ingin layanannya terus dihantui penjahat tersebut, pengelola website kencan besar pun mulai beraksi untuk mencegah masuknya para penjahat seks ke situs mereka.

Layanan kencan online besar di Amerika Serikat, yaitu eHarmony, Match.com dan Spark Networks menyatakan mereka akan meneliti kalau ada profil palsu di situsnya. Ketiganya mengeluarkan pernyataan bersama bahwa penyedia layanan kencan online harus melindungi anggota dari kemungkinan penipuan atau menjadi target penjahat seks.

"Konsumen harus bisa menggunakan website tanpa takut tertipu atau ditarget penjahat. Ini adalah prioritas kami untuk memastikan konsumen dilindungi secara online," kata Kamala D. Harris dari Kejaksaan Amerika Serikat yang turut memprakarsai upaya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tahun 2011, 40 juta orang Amerika Serikat menggunakan layanan kencan online. Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Rabu (21/3/2012), seperenam pasangan yang menikah pada tiga tahun terakhir bertemu melalui layanan kencan online.

Namun meski makin laris, layanan kencan online tetap berisiko mengingat pengguna banyak bertemu dengan orang yang belum begitu dikenal. Jika tidak berhati-hati kala memutuskan bertemu di dunia nyata, bukan tidak mungkin pengguna terutama wanita menemui nasib sial.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Inggris. Seorang wanita diperkosa dan dianiaya oleh teman kencan yang dikenalnya via website kencan. Akibatnya, dia mengalami trauma dan luka berat di bagian wajah.

(fyk/ash)





Hide Ads