"Harus dipakai semuanya! Website dipakai, Facebook Twitter dipakai, blognya juga," kata Online Strategist Nukman Luthfie saat ditemui detikINET beberapa waktu lalu.
Karena jangkauannya yang luas, Facebook dan Twitter bisa digunakan sebagai sarana kampanye, promosi dan mendekatkan diri kepada customer atau fans yang akan melengkapi fungsi website atau blog sebuah perusahaan maupun individu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya apa? Orang tetap butuh berita tapi mereka sebagian besar bermain di jejaring sosial. Ini juga menunjukkan bahwa orang tidak lepas dari social media," kata Nukman.
Facebook dan Twitter pun punya karakter sendiri saat digunakan untuk kegiatan marketing. Umumnya orang lebih suka mengakses Facebook karena terjadi interaksi yang lebih dalam. Di sini, adalah tempatnya mengumpulkan massa atau fanbase.
Sementara Twitter, didukung sifatnya yang lebih terbuka punya kelebihan untuk menimbulkan word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut. Cerita atau rekomendasi dari orang yang menceritakan kebaikan sebuah produk melalui tweet akan membantu membentuk brand.
Selain itu, Facebook dan Twitter juga bisa digunakan untuk menjangkau daerah-daerah dimana konsumen berada sehingga menghemat anggaran. Maka tak heran, semakin banyak brand yang masuk ke Facebook dan Twitter.
Namun untuk menampilkan lebih banyak informasi, Facebook dan Twitter memiliki beberapa keterbatasan. Nah, dari sinilah kemudian pengguna bisa diarahkan mengakses website coorporate atau individu.
(rns/ash)