Dalam pernyataan resminya, Foxconn mengatakan bahwa sebagian besar karyawan sudah setuju untuk kembali bekerja setelah ada negosiasi dengan pihak perusahaan dan pemerintah lokal. Detail lainnya tidak disebutkan, namun yang pasti salah satu pekerja mengatakan akhirnya ia menerima kompensasi yang dijanjikan.
Supplier besar untuk deretan perusahaan teknologi ini mengatakan bahwa protes yang terjadi melibatkan sekitar 150 pekerja dari total 32.000 pekerja yang ada di kota Wuhan. Ratusan orang ini marah karena tidak setuju dipindahkan dari pabrik Shenzhen ke Wuhan, Cina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan suram memang dimiliki Foxconn saat berurusan dengan pegawainya. Karyawan yang bunuh diri akibat tekanan pekerjaan, sudah tidak bisa dibilang sedikit.
Dikutip detikINET dari Mashable, Jumat (13/1/2012), pada Juni 2010 lalu, Apple sebagai salah satu vendor yang bekerjasama dengan Foxconn mengirimkan Tim Cook dan timnya untuk mereview pabrik Foxcoon di Shenxhen.
Atas 'kunjungan' Apple dan tekanan dari brand besar lainnya, Foxconn setuju untuk memperbaiki kondisi kerja di Cina. Mereka juga telah mendatangkan psikiater untuk tampat konsultasi pekerja.
(sha/ash)