Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
China Wajibkan Pengguna 'Twitter' Pakai Nama Asli

China Wajibkan Pengguna 'Twitter' Pakai Nama Asli


- detikInet

Jakarta - Di Twitter, kita diperbolehkan menggunakan nama samaran untuk akun. Lain ceritanya di China. Para pengguna microblogging di sana kini harus memakai nama asli sesuai kartu identitas penduduk.

Ya, ini adalah peraturan terbaru yang dikeluarkan pemerintah China terkait dengan internet. Weibo, situs mikroblogging serupa Twitter di China, diminta pemerintah negeri tirai bambu menyaring nama akun para penggunanya. Mereka yang tidak menggunakan nama asli, akan dilarang menggunakan Weibo.

Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Sabtu (17/12/2011), peraturan baru ini diterapkan ke operator Weibo yang berpusat di Beijing, yang juga meliputi Sina sang pemilik layanan mikroblogging terpopuler di China ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua website dengan operasional Weibo harus menerapkan dan meningkatkan sistem sensor," demikian salah satu poin dalam peraturan baru tersebut.

Dengan lebih dari setengah miliar penduduk China online, pemerintah China merasa perlu mengawasi internet untuk mempengaruhi opini publik di negaranya. China memang dikenal sangat ketat mengawasi media baik tradisional maupun yang modern seperti internet dan jejaring sosial.

Seperti marak terjadi di berbagai negara saat ini, warga China memanfaatkan jejaring sosial untuk meluapkan kritikan terhadap pemerintah. Namun di China, gerak-gerik mereka sangat terbatas karena media yang mereka gunakan untuk bersuara pun diawasi dengan ketat.

Sebagai salah satu contoh, China tidak mengizinkan akses Facebook dan Twitter. Sebagai gantinya, China membuat Facebook dan Twitter versi mereka sendiri, yang mudah dikontrol pemerintah.

(rns/rns)







Hide Ads