Ambisi New York untuk membuat Sillicon Valley tandingan memang sudah menjadi rahasia umum. Santer terdengar, New York akan siap dengan Sillicon Alley-nya.
New York memang belum bisa terang-terangan mengklaim sebagai sarangnya perusahaan-perusahaan teknologi di mana sebagian besar sudah bermukim di Sillicon Valley. Sebut saja Apple, Google, Hewlett-Packard, Intel dan Oracle yang sudah berdiri di kawasan California tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain IAC, layanan musik Spotify juga memilih New York untuk bermarkas. "Menakjubkan melihat pertumbuhan sektor teknologi di New York, terutama di 3 tahun terakhir ini," ujar Jonathan Bowles, pimpinan Center for an Urban Future yang berfokus pada perkembangan ekonomi perkotaan.
"Banyak hal yang berubah. Perusahaan yang berbasis di California telah membuka kantor di New York. Google, LinkedIn, Facebook dan lain-lain," tambah Bowles. "5 tahun lalu, hal ini tidak pernah terbayangkan".
Melansir pernyataan Mike Schroepfer, Vice President of Engineering Facebook, New York akan menjadi tujuan atraktif seiring dengan pertumbuhan sektor high-tech, demikian yang dikutip detikINET dari AFP, Senin (5/12/2011).
Dengan perkembangannya, mampukah New York menjadi Sillicon Valley baru?
(sha/fyk)