Menurut perusahaan keamanan Trend Micro, pada tahun 2010 lalu, aktivitas jual-beli di dunia maya membawa perputaran uang sampai USD 156 miliar. Tentu saja, pada tahun ini, jumlah itu dipercaya bakal melonjak.
Tak cuma di depan komputer, shopper online juga banyak yang memanfaatkan smartphone untuk mengakomodir kebutuhan mereka dalam bertransaksi. Proporsinya bahkan sudah di angka 26%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu akhir tahun pun diprediksi Trend Micro akan membangkitkan hasrat belanja online. Fenomena ini tak terkecuali juga akan terjadi di Asia.
"Kami melihat banyak konsumen di Asia mulai mempersiapkan libur panjang mereka dengan beragam aktivitas di internet," tukas Trend Micro, dalam keterangannya, Kamis (24/11/2011).
"Mulai dari eksis mengumumkan jadwal libur dan lokasi liburan melalui media sosial, hingga menetapkan barang-barang apa saja yang hendak mereka beli," lanjutnya.
Artinya, shopper online diimbau untuk berhati-hari ketika beraktivitas di dunia maya. Jangan sampai terperdaya berbagai jebakan yang menggoda. Alih-alih memudahkan, belanja online malah bisa jadi petaka.
(ash/fyk)