Peluncuran situs ini hanya selang sehari setelah Twitter meluncurkan layanan peng-upload fotonya. Disinyalir, pembuatan Heello adalah aksi 'balas dendam' oleh Noah Everett karena layanan peng-upload foto Twitter seakan menjadi saingan langsung Twitpic yang juga menawarkan pengunggah foto.
Apa yang ditawarkan Heello di sini? Di Heello, tweet masih menjadi kekuatan utama, namun Everett memakai istilah lain yakni 'ping'. Layanan Retweet juga ada di sini dengan nama 'echo'. Sedang untuk mem-follow orang lain, user tinggal mengklik 'listen'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tengok saja kemampuan intergrasinya ke Twitter dan Facebook sehingga user masih bisa berbagi informasi ke situs jejaring lain. Ia juga menjejalkan feed secara real time yang berisi aktivitas publik. Ke depannya, Everett mengatakan bahwa Heello (dibaca He-low) akan disokong dengan video, checkin, integrasi ke SMS, mobile apps dan 'Channel' (mirip Twitter List?).
Pembuatan Heello yang diterka sebagai aksi balas dendam pada Twitter, dipertegas Everett dengan mengatakan, "Bila Twitter bisa berkompetisi dengan pengembangnya tanpa pemberitahuan yang bijak, jadi kenapa kami tidak?" ujarnya seperti yang dikutip detikINET dari VentureBeat, Kamis (11/8/2011).
(sdj/fyk)