Masih hangat dalam ingatan bahwa para demonstran di Mesir, Libya dan Syria memakai teknologi dan situs jejaring sosial untuk mengumpulkan massa dan melancarkan aksinya. YouTube, ponsel, Facebook dan Twitter membantu pengorganisasian tindakan mereka.
Dan kini pemanfaatan teknologi untuk menggalang massa terulang di London. Para demonstran diketahui memakai Facebook dan Twitter untuk mengumumkan rencana kerusuhan, namun belakangan layanan BBM-lah yang diketahui menjadi 'senjata' utama mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikINET dari Guardian, Selasa (9/8/2011), salah satu bunyi BBM tersebut ialah "Semua orang yang ada di London, mari berkumpul di jantung kota London, OXFORD CURCUS!! Toko-toko akan diobrak-abrik dan silakan menikmati barang gratis..".
Penggunaan BBM untuk memuluskan kerusuhan terkait sifatnya yang private, tidak seperti Facebook dan Twitter. RIM sendiri mengenkripsi layanannya sehingga susah bagi para pihak lain dan para peretas untuk membobol informasi di dalamnya.
Secara virtual, BBM juga menggratiskan layanannya. Menurut laporan, BlackBerry dipakai oleh lebih dari sepertiga remaja di Inggris dan ini memudahkan informasi tersebar dengan luas.
Akan tetapi sepertinya BBM tidak se-private yang diduga para demonstran di Inggris, karena pihak RIM telah menyatakan bahwa mereka akan membantu kepolisian Inggris dalam aksi kerusuhan tersebut, termasuk menyerahkan informasi yang bersliweran di BBM pada Scotland Yard.
Dalam tweet-nya, RIM selaku produsen BlackBerry menulis: "Kami merasa prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di London. Kami telah bekerjasama dengan pihak berwenang untuk membantu penyelesaian aksi ini".
(sdj/wsh)