Setidaknya kesimpulan ini yang didapat dari hasil survei firma riset VGMarket terhadap gamer di Amerika Serikat (AS). Hasil survei yang dilakukan selama bulan Juli 2011 ini melibatkan 1.000 gamer yang diambil secara acak dari database VGMarket.
Menurut studi tersebut, hampir 31 persen populasi gamer umum rela menggunakan uangnya untuk membeli konten atau benda virtual. Sebanyak 57 persen dari para pembelanja benda virtual itu, 57 persennya diketahui melakukan pembelian benda virtual setidaknya satu kali dalam sebulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Forbes, Senin (8/8/2011), wanita mengungguli pria dalam berbelanja benda virtual di MMO (Massively Multiplayer Online Games) dengan rata-rata USD 111 (wanita) dan USD 74 (pria), ketika berbelanja langsung dari pembuat game. Sedangkan untuk pembelanjaan dari pihak ketiga, rata-rata adalah USD 86 (wanita) dan USD 77 (pria).
Wanita juga diketahui senang menghabiskan uang membeli benda virtual di hampir semua kategori game. Mereka berbelanja lebih banyak di games MMO seperti World of Warcraft--USD 86 sedangkan pria hanya USD 77--, game PC (USD 80 vs USD 62), game jejaring sosial seperti FarmVille (USD 54 vs USD 46), dan game casual semacam Bejeweled 2 (USD 51 vs USD 36).
Kecuali untuk game free-to-play, keduanya sama-sama memberi keuntungan hampir seimbang bagi para publisher game. Pria rata-rata menghabiskan USD 62 untuk game ini, sedangkan wanita USD 56. Sedangkan game konsol, baik pria maupun wanita sama-sama menghabiskan USD 60.
(rns/ash)