Direktur Eksekutif Field Indonesia Nugroho Wienarto mengatakan, dengan kemampuan TI, petani bisa mendapatkan informasi soal peningkatan kualitas produksi, teknologi pertanian serta untuk promosi. Dengan demikian petani diharapakan mampu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian mereka.
"Kita menerima dukungan berupa bantuan 21 laptop dan perangkat TI lainnya untuk petani Sumbar dari Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dalam program APEC Digital Opportunity Center (ADOC) melalui Field Indonesia," ujarnya usai peresmian Pusat TI tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Bantuan ini berasal fase kedua dari pihak swasta di Taiwan. Sebelumnya bantuan bersumber dari dana pemerintah," ujarnya.
Β
Project Manager Field, Bumi Ceria Syafrizaldi menambahkan, dengan tersedianya fasilitas tersebut pihaknya mempersilahkan petani Sumbar untuk datang belajar TI dengan gratis di Lubuk Alung. Untuk tahap pertama, kegiatan tersebut akan dikelola oleh Field Indonesia.
"Tantangan petani Indonesia di masa datang akan semakin berat. Era globalisasi memungkinkan produksi pertanian lintas negara bisa masuk ke Indonesia. Agar tidak tergilas, petani kita harus mampu memperbaiki daya saing, salah satunya dengan penguasaan teknologi," jelasnya.
Β
Turut hadir dalam acara penyerahan langsung bantuan laptop itu, Direktur Divisi Ekonomi Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Y.C. Tsai, dan Direktur Divisi Informasi Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Tommy Lee.
(yon/ash)