"Ini suatu hal yang biasa terjadi karena situs kan sifatnya terbuka. Ini mengingatkan kita bahwa perlu ada perbaikan sistem," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam usai apel rutin bulanan di Lapangan Bhayangkara, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2011).
Anton menuturkan, pihaknya masih melanjutkan penyelidikan terhadap kasus ini dengan dikoordinasikan tim dari Divisi Cyber Crime Polri. "Untuk pelakunya kita masih melakukan penyelidikan. Kita ada dari tim cyber crime yang bertugas untuk menyelidiki," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu ada indikasi-indikasi yang kita dapatkan. Bisa saja ada orang yang ingin menjatuhkan seseorang," ungkap Anton.
Pada awal pekan ini, halaman utama situs Polri tidak bisa diakses tanpa sebab. Sementara pada bagian tertentu masih 'hidup', hanya saja berisi konten berbau agama.
Selain menampilkan pesan teks bernuansa agama, di dalam situs tersebut juga menampilkan sebuah gambar dan video yang dihubungkan ke YouTube dengan pesan sejenis.Belum jelas apa motif aksi ini. Pelaku pun tidak meninggalkan pesan untuk menyisakan rekam jejaknya, seperti yang biasa dilakukan para peretas ketika menyusupi suatu situs.
(ape/fw)