Ibarat fitting room atau kamar pas digital, toko ini membuat calon pembeli bisa mencoba pakaian hanya dengan menggerakkan atau mengibaskan tangan, lalu melihat bagaimana penampilannya pada sebuah layar.
Adalah AR Door, perusahaan teknologi Augmented Reality asal Rusia, yang mengembangkan perangkat pengenalan gambar yang dikombinasikan dengan teknologi Kinect Microsoft.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik TopShop menyebutkan, perangkat ini mengurangi kebutuhan ruang untuk kamar pas dan membuat pengguna tak perlu antre lama untuk menjajal baju yang kerap menghabiskan banyak waktu.
Bagaimana tanggapan Microsoft? Juru bicara Microsoft yang dimintai pendapatnya mengatakan, perusahaannya sangat menyadari bahwa orang-orang yang hobi mengotak-atik dan developer pihak ketiga bisa mengambil keuntungan dengan mengembangkan perangkat mereka. Namun disebutkannya, praktik itu tetaplah ilegal.
"Kami memperhatikan. Tapi bagaimana pun penggunaan Kinect yang seharusnya untuk Xbox 360 ini tidak dilisensi atau diberikan wewenang oleh Microsoft," tandasnya.
(rns/ash)