Teknologi baterai baru ini, merupakan penemuan tim ilmuwan di University of Illinois, Amerika Serikat (AS). Disebutkan salah satu anggota tim ilmuwan, profesor Paul Braun, kebanyakan kapasitor pada baterai menyimpan sedikit energi. Baterai seperti ini bisa mengeluarkan energi dengan cepat namun tidak bertahan lama.
"Sebagian besar baterai menyimpan sejumlah besar energi yang cukup masuk akal, namun tidak dapat menyediakan atau menerima energi dengan cepat. Baterai yang kami kembangkan, bisa melakukan keduanya," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Braun yakin teknologi ini bisa menyediakan sumber energi yang besar bagi mobil listrik yang umumnya memiliki baterai yang cepat habis dan harus diisi ulang dalam aktu yang lama.
(rns/wsh)