Laporan kantor berita Bloomberg dan CNN menyebutkan, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sempat diblokir selama beberapa jam ketika gelombang protes mulai bergolak Rabu pekan ini. Melalui SMS, pemerintah Libya juga menyebarkan pesan yang mengancam gerakan protes melalui social media.Β
Beberapa laporan lain menyebutkan, setelah ancaman itu, layanan SMS, koneksi internet dan telepon dikabarkan mulai sulit diakses. Sementara itu, Al Jazeera yang dikutip detikINET, Jumat (18/2/2011) melaporkan, para aktivis yang menggunakan Facebook untuk membangkitkan gerakan revolusi Libya ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tokoh pemerintah yang minta tidak disebutkan namanya menyebutkan menyebutkan saat ini Libya tengah berupaya meredam aksi demonstrasi tersebut.Β Β
"Tidak ada hal serius terjadi di sini. Ini hanyalah para anak muda yang berkelahi satu sama lain," ujarnya. (rns/ash)