Demikian pendapat dari Organisasi Amnesty International mengomentari hilangnya pejabat Google yang sejatinya bermukim di Dubai, Uni Emirat Arab tersebut. "Ia (Ghoneim-red.) menghadapi risiko serius penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya oleh pasukan keamanan," kata lembaga tersebut.
Ghoneim memang diyakini telah dicokok oleh pihak keamanan Mesir ketika tengah berada di jalan selama masa demonstrasi besar-besaran yang menggoyang negeri seribu menara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak berwenang Mesir harus segera mengungkapkan di mana Wael Ghoneim dan melepaskannya, atau jatuhkan tuntutan yang jelas kepadanya (jika ingin menahannya)," tegas Deputy Director Amnesty Regional, Hadj Sahroui dikutip detikINET dari AFP, Senin (7/2/2011).Β
Β Β Β Β
Sayangnya, pihak keamanan pemerintah saat ini masih belum mau bersuara soal Ghoneim. Namun saksi mata mengatakan bahwa pria yang menjabat sebagai Head of Marketing Google wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara itu terlihat tengah di area Mohandesseen, Kairo saat disergap.Β Β Β Β Β
"Dia (Ghoneim-red.) disergap di jalan oleh orang-orang berpakaian preman yang diyakini sebagai petugas keamanan pemerintah, dan sejak itu keberadaannya dirahasiakan," pungkas Sahraoui.
Google sendiri telah membuka jalur telepon khusus bagi para informan yang kira-kira mengetahui di mana keberadaan anak buahnya itu.
"Keselamatan pekerja kami sangatlah penting, jadi jika ada orang yang memiliki informasi tolong hubungi nomor iniΒ +44 20 7031 3008," demikian pernyataan Google. (ash/fyk)