"Pornografi itu semacam tikus di labirin. Bisa cari jalan ke manapun. Kalau dari pemerintah niat memblokir, biarkan dengan semua cara," paparnya kepada beberapa awak media.
Ia melanjutkan pemblokiran bisa dari software jaman Pak Nuh, atau dari ISP yang 'dicekek' hulunya. "Tapi jangan sampai kesalahan yang sama seperti fitna terulang, keblok semua. Nantinya masyarakat juga yang rugi", lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya setuju, dibanding BlackBerry, Tablet dan Android lebih nyaman karena tampilan full page untuk akses pornografi," tegasnya.
Ia pun berharap masalah pornografi ini tidak melulu terfokus pada Research In Motion (RIM) selaku produsen dan penyedia layanan BlackBerry. Roy berharap tidak ada tuduhan penyedia merek tertentu yang dirugikan.
(fw/wsh)