Menurut Igor Barinov, sang pembuat aplikasi tersebut, tujuannya diciptakan aplikasi Wikileaks bukan untuk menjual konten di dalamnya, melainkan untuk membuat Wikileaks dapat mudah diakses oleh pengguna gadget Apple dengan desain yang menarik.
Dikutip detikINET dari TechCrunch, Kamis (23/12/2010), selama 5 hari terpampang di app store, aplikasi Wikileaks telah diunduh sebanyak 4443 kali, dengan total pendapatan mencapai USD 5.840 atau sekitar Rp 52 Juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donasi itulah yang diduga menjadi alasan Apple untuk menjegal aplikasi Wikileaks di dalam App Store. "Sebanyak USD 1 dari penjualan setiap aplikasi didonasikan untuk membantu WikiLeaks. Jadi mungkin saja ini alasannya," ujar Barinov.
Seperti diketahui, perusahaan lainnya seperti Amazon, Visa, Mastercard, dan PayPal atas tekanan pemerintah AS telah lebih dulu memutus hubungan dengan situs kontroversial yang digagas Julian Assange tersebut. Tujuannya, berupaya mempersulit langkah Wikileaks agar berhenti membocorkan informasi rahasia. Lantas apa Apple juga melakukan hal serupa?
(eno/fyk)