Tak heran jika publik berspekulasi dan menduga macam-macam. Pasalnya, Wikileaks yang kontroversial itu memang tengah menjadi sorotan. Apalagi sebelumnya, atas campur tangan pemerintah Amerika Serikat (AS) beberapa perusahaan telah mencabut dukungannya kepada Wikileaks.
Juru bicara Apple, Trudy Muller lantas mengonfirmasikan alasan penarikan tersebut yakni karena aplikasi Wikileaks dinilai telah melanggar aturan bagi para developer yang telah ditentukan Apple.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, aplikasi WikiLeaks telah dihapus dari App Store awal pekan ini setelah sebelumnya sempat dijual selama tiga hari. Namun tidak dijelaskan seberapa laku aplikasi tersebut.
Igor Barinov, si pembuat aplikasi menduga, penarikan aplikasinya disebabkan keputusannya untuk menyumbangkan sebagian hasil penjualan untuk organisasi Wikileaks. "Sebanyak USD 1 dari penjualan setiap aplikasi didonasikan untuk membantu WikiLeaks," ujarnya.
Dengan demikian, Apple menjadi perusahaan terbaru yang ikut memblokir dukungan dan arus bantuan dana ke Wikileaks, bergabung dengan Amazon, PayPal serta Visa dan Mastercard.
(rns/ash)