Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kolom Telematika
Jangan Jadi Target Mudah Bagi Peluru Perusak
Kolom Telematika

Jangan Jadi Target Mudah Bagi Peluru Perusak


- detikInet

Jakarta - Meski terjadi resesi global di dunia nyata, ekonomi bawah tanah terus berkembang dan penipu terus memanfaatkan kegelisahan serta keputusasaan orang-orang, lalu meraih keuntungan dari penipuan mulai dari pinjaman bank, pembiayaan kembali hipotek hingga peluang kerja.

Enterprise juga tidak lolos dari maraknya kegilaan ini. Di tahun 2009, Internet Security Threat Report Volume XV Symantec menemukan bahwa serangan terarah ang fokus pada enterprise semakin meningkat. Penyerang kini menggunakan ancaman yang lebih canggih untuk mengatasi pengamanan enterprise dalam rangka meraih akses dan mengontrol jaringan mereka.

Tren ini sangat mengkhawatirkan karena banyak enterprise dapat dengan mudah menjadi korban dari pelanggaran keamanan berikutnya kecuali mereka mengambil tindakan memadai untuk mengamankan dan mengelola infrastruktur IT mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menggambarkan parahnya pelanggaran keamanan, saya beri contoh sebuah kejadian di tahun lalu seputar bagaimana sebuah sistem pembayaran kartu kredit menjadi korban serangan merusak. Penyerang mendapatkan akses ke jaringan, menginstalasikan kode perusak untuk mengumpulkan informasi sensitif dari jaringan yang kemudian memungkinkan mereka mencuri 130 juta nomor kartu kredit dari perusahaan tersebut.

Kasus ini merupakan mimpi buruk bagi bisnis dari sisi manapun – mulai dari kehilangan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan, hilangnya pendapatan hingga waktu yang dihabiskan untuk menganalisa dan menerapkan pengamanan IT, dan kerugian-kerugian lainnya.

Sebagai gambaran yang lebih dekat, State of Enterprise Report 20101 Symantec menemukan bahwa 71 persen dari enterprise di Asia Pasifik dan Jepang telah mengalami serangan dunia maya di 2009, dengan 30 persen mengalami peningkatan serangan. 100 persen mengalami kerusakan akibat dunia maya dengan kerugian pertahun mencapai angka sebesar US$763.000!

Serangan yang berhasil bisa menghancurkan atau merusak data, membuat aplikasi menjadi tidak bermanfaat dan mengakibatkan turunnya produktivitas yang sangat berharga. Belum lagi rusaknya reputasi sebuah merek jika informasi pelanggan bisa hilang karena pencurian data.

Menjaga kepercayaan pelanggan sangatlah penting bagi keberhasilan bisnis. Di dunia yang didorong oleh informasi di mana informasi rahasia bisa disimpan di komputer pengguna, dengan partner atau online, sangatlah penting bahwa bisnis mengambil langkah yang sesuai untuk memastikan informasi diamankan dan dikelola.


  1. Lindungi infrastruktur: Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Organisasi perlu melindungi infrastruktur mereka dengan mengamankan titik akhir, messaging dan lingkungan web mereka. Mepertahankan server internal kritis dan mengimplementasikan kemampuan untuk membackup dan memulihkan data harus menjadi prioritas. Dengan semakin berkembangnya bentangan ancaman, organisasi membutuhkan pengelihatan dan intelegensia keamanan untuk merespon terhadap ancaman dalam waktu yang tepat.
  2. Lindungi Informasi: Bisnis perlu melindungi informasi secara proaktif dengan mengambil pendekatan berbasis informasi untuk melindungi baik informasi dan interaksi. Mengambil pendekatan yang awas terhadap konten untuk melindungi informasi merupakan cara yang paling efektif untuk mengetahui di mana informasi sensitif berada, siapa yang memiliki akses terhadap informasi ini, dan bagaimana informasi itu datang atau meninggalkan organisasi Anda
  3. Kembangkan dan terapkan kebijakan IT: Organisasi perlu mengembangkan dan menerapkan kebijakan IT dan mengotomatisasi proses pemenuhannya. Dengan memprioritaskan risiko dan menentukan kebijakan yang mencakup seluruh lokasi, bisnis bisa menerapkan kebijakan melalui otomasi dan alur kerja internal. Ini memungkinkan mereka tidak hanya dapat mengidentifikasi ancaman tetapi memulihkan insiden saat mereka terjadi atau mengantisipasinya sebelum itu terjadi.
  4. Kelola sistem: Organisasi perlu mengelola sistem dengan mengimplementasikan lingkungan operasi yang aman, mendistribusikan dan menerapkan tambalan, mengotomatisasi proses untuk merampingkan efisiensi dan monitor dan pelaporan terhadap status sistem.

Perang terhadap penipu akan terus berlanjut selama ekonomi bawah tanah (underground) tetap menguntungkan. Penipu semakin memudahkan setiap orang yang ingin meluncurkan serangan dengan mengembangkan perangkat kejahatan, yang bahkan penyerang pemula sekalipun bisa beli atau download untuk digunakan secara gratis dan mendapatkan informasi rahasia.

Jadi janganlah jadi target terhadap peluru perusak. Ambil kontrol bisnis Anda saat ini dengan mempersenjatai diri Anda dengan perlindungan, proses, dan kebijakan yang memadai.




Eric HohTentang Penulis: Eric Hoh adalah Vice President, Asia South Region, Symantec.
(wsh/wsh)







Hide Ads