Begitulah kira-kira kegiatan yang terjadi setiap harinya di Epson Mizube. Inilah tempat cartridge bekas dikumpulkan dan disortir untuk didaur ulang menjadi berbagai produk baru.
"Setiap harinya, kami menerima 40 kotak cartridge bekas, satu kotak rata-rata isinya sekitar 400 cartridge," kata staf Epson Mizube yang memandu detikINET dan awak media lainnya mengunjungi tempat yang berlokasi di Mizube, Nagano, Jepang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya mengusung ide kepedulian lingkungan, Epson Mizube memiliki keistimewaan lain yakni para pegawainya yang terdiri dari orang-orang dengan keterbatasan fisik dan mental.
Berdasarkan penuturan staf Epson, pemerintah Jepang memang mewajibkan setiap perusahaan di negeri sakura itu menciptakan lapangan pekerjaan bagi para penyandang cacat. Ya, Epson Mizube berfungsi sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi mereka.
"Mizube saat ini memiliki 88 karyawan dengan keterbatasan fisik, di antara mereka ada yang tunanetra, tuli, lumpuh, down syndrome dan lain-lain," kata staf Epson Mizube.
Staf tersebut menjelaskan, para pekerja di Epson Mizube adalah para penyandang cacat yang telah melewati proses perekrutan dan pelatihan. Adapun tugas-tugas mereka disesuaikan dengan kemampuan, di antaranya ada yang menyortir cartridge, memisahkan komponen cartridge dan hardware, menginput data, mengemas produk, merakit hardware, dan lain sebagainya.
Epson Mizube tak hanya menyortir cartridge bekas. Sejak didirikan September 1983, kantor yang berlokasi di dekat danau Suwa ini juga berfungsi sebagai tempat pemisahan komponen komputer.
Namun sejak 1995, Epson Mizube memiliki beberapa program khusus pengumpulan cartridge tinta dan toner yang bekerjasama dengan kantor pos, pengelola gedung, perkantoran dan sekolah-sekolah di Jepang.
Di antara program-program pengumpulan cartridge itu yang terdengar gaungnya adalah Bellmark dan Satogaeri Project. Lebih dari 900 perusahaan dan 17 ribu sekolah mendaftar untuk berpartisipasi dalam program ini.
Bellmark yang sudah berjalan sejak 2004 tercatat mampu mengumpulkan 1.600 kotak cartridge bekas per bulan--satu kotak berisi sekitar 400 cartidge. Sedangkan Satogaeri Project yang juga merupakan proyek kerjasama dengan lima produsen printer lainnya, berhasil mengumpulkan 800 kotak cartridge setiap bulannya.
Tahun lalu, proyek yang dijalankan sejak April 2008 itu berhasil mengumpulkan 1,3 juta cartridge yang berkontribusi pada pengurangan 52 ton CO2. Rencananya di tahun ketiganya Epson menargetkan Satogaeri Project bisa mengumpulkan 1,8 juta hingga 2 juta cartridge.
(rns/ash)