Keberadaan MoU yang pernah terendus pada akhir 2006 lalu ini memang cukup mencengangkan pada masa itu. Pasalnya, pemerintah RI disebutkan berniat membeli 35.496 salinan sistem operasi Microsoft Windows dan 177.480 salinan Microsoft Office dari vendor software raksasa asal AS itu.
"Inilah dokumen yang sempat menghebohkan dunia telematika Indonesia beberapa tahun lalu. Sebuah perjanjian rahasia antara pemerintah RI dengan Microsoft," tulis Indoleaks, dalam situsnya yang dikutip detikINET, Jumat (10/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, kesepakatan kedua belah pihak lantas diresmikan dengan MoU yang ditandatangani Menkominfo pada saat itu Sofyan Djalil dan Chris Atkinson, Presiden Microsoft South East Asia.
Sontak saja, kala itu banyak desakan yang dilontarkan agar pemerintah membatalkan nota kesepahaman tersebut. Sampai pada akhirnya, kasus ini semakin lama tenggelam dimakan zaman.
Indoleaks sendiri pada Jumat (10/12/2010) siang, diketahui sudah tidak bisa diakses. Kemungkinan, situs yang disebut-sebut mirip Wikileaks namun bercitarasa lokal ini tak kuat menahan banyaknya pengakses. Pasalnya, ketika baru muncul, situs ini sudah jadi pembicaraan di jejaring sosial.
Nah, lantaran rasa penasaran yang besar dari pengguna internet Tanah Air inilah yang bisa jadi penyebab tumbangnya Indoleaks. Mereka tak kuat menahan serbuan pengunjung atau bisa juga ada suatu lembaga tertentu yang meminta situs tersebut untuk segera ditutup.
(ash/eno)