"Dalam produk kami memang berkompetisi, tapi jika berbicara tentang sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan, kami bersatu," kata Chief Executive Officer Epson Akihiko Sakai, dalam konferensi pers di hotel Nikko, Tokyo, Jepang, Rabu (08/12/2010).
Ya, program daur ulang cartridge yang dinamakan Satogaeri Project ini memang dilakukan bersama-sama oleh Epson dengan produsen printer lainnya yakni Brother, Canon, Dell, Hewlett-Packard dan Lexmark.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tahun kedua, jumlahnya bertambah menjadi 1.300.000 cartridge dengan pengurangan 52 ton CO2. "Kami targetkan di tahun ketiga ini bisa mengumpulkan sekitar 1,8 hingga 2 juta cartridge," terangnya.
Satogaeri Project memang dirancang untuk memaksimalkan kontribusi produsen printer terhadap llingkungan dan kegiatan CSR. Pengumpulan dan pendaurulangan cartridge ini dikerjakan oleh para pegawai dengan keterbatasan fisik sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi mereka.
Selain itu, setiap pengumpulan cartridge dihargai tiga yen untuk donasi ke salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNEP (United Nations Environment Programme). Tahun pertama program ini berjalan, sangggup mengumpulkan 4.500.000 yen.
Kisah sukses program ini baru terjadi di Jepang. Sakai mengatakan akan memperluas program semacam ini ke negara lain.
Nah, di Indonesia sendiri beberapa produsen printer memang punya program ini, namun mereka bergerak sendiri-sendiri. Manager Business Product Epson Indonesia Andryanto C Wijaya mengatakan, masih sulit untuk menerapkan program seperti Satogaeri Project di Indonesia.
"Untuk membuat program seperti itu perlu dukungan perusahaan asal sehingga lebih mudah membuat kesepakatan. Karena kan kalau di kita (Indonesia) hanya perwakilan kantor marketing, susah mengaturnya. Dan program seperti ini juga harus didukung oleh pemerintah. Nah, kalau di Jepang ini sudah didukung," terangnya.
Dia menambahkan, program semacam ini memang tidak memberikan keuntungan kepada para produsen printer yang terlibat. Namun dengan melakukannya Epson dan para kompetitornya telah membangun sebuah sistem yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
(rns/ash)