Sebelumnya, WikiLeaks telah menyebutkan bahwa situsnya telah menjadi target serangan komputer yang menyebabkan mereka kewalahan dan membuat Wikileaks tidak dapat diakses sebagian pengguna selama beberapa jam.
Namun Wikileaks melalui akun Twitternya tidak merinci serangan yang menimpa situsnya. Pengelola situs hanya menyebutkan Wikileaks terkena serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dan belum diketahui siapa pihak yang melakukan serangan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex Norcliffe, salah satu pengamat internet memberikan komentarnya soal penggunaan server Amazon oleh Wikileaks. Menurutnya, dipilihnya Amazon sebagai tempat bernaung Wikileaks berisiko menimbulkan masalah baru dari pemerintah AS. Namun para ahli lainnya berpendapat, Amazon tidak mungkin mendapat sanksi hukum hanya karena menyewakan servernya untuk Wikileaks.
Sementara itu profesor hukum dari Columbia University, Eben Moglen mengatakan, lokasi hardware dapat membuat perbedaan secara hukum, namun tidak akan ada gunanya untuk menghentikan Amazon menyediakan layanan bagi WikiLeaks.
(rns/ash)