Dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (23/11/2010), dalam tulisannya di jurnal Scientific American bertajuk 'Long Live the Web: A Call for Continued Open Standards and Neutrality', Berners-Lee mengingatkan pengguna internet akan makna demokratis dan keterbukaan sebuah web.
Namun kemudian dia mengatakan bahwa sifat demokratis dan universalitas web saat ini tengah terancam oleh 'warga' internet yang sedang mendulang sukses. Warga internet yang dimaksud Berners-Lee adalah Facebook, LinkedIn dan Friendster. Pasalnya, Berners-Lee menilai ketiga situs itu membatasi arus informasi yang tersedia secara bebas di seluruh web.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan oleh Berners-Lee, situs-situs itu merangkai bit-bit data menjadi database yang cerdas dan menggunakan lagi informasi tersebut untuk menyediakan layanan nilai tambah, namun hanya di dalam situs itu saja.
Facebook sendiri saat ini memang tengah didera masalah soal data dan terlibat perseteruan dengan Google. Seperti diketahui, awal bulan ini Google memblokir akses Facebook ke Gmail.
Google mengatakan, Facebook seharusnya berbuat sama pada situsnya. Raksasa internet ini mengatakan mereka mau membuka lagi akses tersebut jika Facebook mau berbagi dengan Google. Namun Facebook kemudian menolak permintaan ini dan malah menghapus semua fungsionalitas yang berhubungan dengan layanan Gmail dari fitur 'Find your Friends' miliknya. (rns/ash)