Hal itu sudah dilakukan oleh organisasi bernama Jaringan Informasi Lingkar Merapi (Jalin Merapi), yang sudah mulai menyebarkan informasi sejak 25 Oktober 2010 lalu. Sebagai informasi, jaringan ini telah terbangun sejak tahun 2006 dan dikembangkan untuk tanggap darurat Merapi di tahun 2010 ini.
Organisasi dengan akun twitter @jalinmerapi ini berupaya menyajikan data dan informasi perkembangan Gunung Merapi serta dinamika masyarakatnya. Informasi ini berasal langsung dari lapangan dan digali langsung dari dan oleh masyarakat setempat bersama jaringan relawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"URGENT!!:adakh bak trbuka yg bs jemput bhn pangan di Ds Girikarto,Panggang siang ini? IDEA perlu 1 mbl lg,sdh arangada driver.CP:Wiji 0274-583900," tulis keterangan pada akun Twitter organisasi tersebut.
"via @timzhoot09: harap bantuan logistik untuk 1000 pengungsi di sma pl van lith muntilan,mendesak," tulis keterangan lain.
"Stadion Maguwo perlu air minum panas untuk menyeduh susu bayi dan balita. Zaki 0818 279 297, Arief 0857 406 33 818," tulis relawan dari Stadion Maguwoharjo Sleman, yang baru saja dijadikan Posko.
Tak Hanya Twitter Saja
Dilansir detikINET dari situs merapi.combine, Jalin Merapi menggunakan beragam media untuk menyampaikan data serta informasi penting dan terkini untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Selain Twitter, Jalin Merapi dapat diakses melalui website, Facebook, SMS GAteway, radio komunikasi, telepon, dan posko informasi di lapangan yang dikelola oleh jaringan kerja kerelawanan yang bekerja 24 jam sehari.
Saat ini, Posko informasi Jalin Merapi saat ini telah dibangun di lima titik lokasi, yakni di Yogyakarta, Pakem, Srumbung, Dukun, Selo, dan Kemalang.
(fw/rns)