Hal itu secara jantan diakui sendiri oleh Robert Johnson, direktur teknik software di Facebook. Namun masalah itu sudah bisa teratasi dan Facebook kembali dapat diakses dengan normal.
"Kami mengalami kesulitan teknis sehingga situs tidak tersedia untuk sejumlah orang. Kami minta maaf atas gangguan ini," ucap juru bicara Facebook, yang dilansir MSNBC dan dikutip detikINET, Jumat (24/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak dijelaskan seberapa banyak pengguna Facebook yang terkena dampaknya. Menurut beberapa laporan, user di Amerika Serikat, Eropa dan Amerika Selatan jadi korban kegagalan akses situs jejaring terpopuler ini.
Banyak protes dari netter dilayangkan. Misalnya saja situs mikroblogging Twitter jadi sarana curhat para penggemar Facebook yang kecewa tidak dapat mengutak-atik profilnya. Untungnya, gangguan itu terjadi tidak terlampau lama. (fyk/ash)