Gara-gara 'Book', Facebook Tuntut Teachbook

ADVERTISEMENT

Gara-gara 'Book', Facebook Tuntut Teachbook

- detikInet
Kamis, 26 Agu 2010 13:59 WIB
Jakarta - Semut lawan gajah. Demikian kira-kira gambaran kasus yang menimpa sebuah situs baru bernama Teachbook.com. Situs ini dipermasalahkan oleh Facebook cuma gara-gara kata "book" pada nama situsnya.

Padahal sejatinya, domain situs yang berdomisili di Northbrook, Chicago, Amerika Serikat, ini belum akan diluncurkan dan fungsinya pun jauh berbeda dengan Facebook. Teachbook, merupakan situs komunitas gratis bagi guru yang menyediakan berbagai perangkat pengajaran. 

Kehadirannya bertujuan memudahkan para guru saling berbagi bahan pengajaran bagi murid-murid mereka. Serta untuk berdiskusi segala hal tentang pendididikan, agar bisa mengelola kelas dengan baik. 

Namun entah mengapa, Facebook merasa begitu perlu menuntut situs kecil dengan jumlah anggota yang masih kurang dari 20 orang ini, cuma karena penggunaan embel-embel "book" pada nama situsnya.

"Kami tak habis pikir, bagaimana perusahaan besar bernilai multimiliar dolar seperti Facebook bisa menganggap sebuah perusahaan kecil sebagai ancaman bagi mereka," kata Managing Director Teachbook, Greg Shrader, dikutip detikINET dari Los Angeles Times, Kamis (26/8/2010).

Facebook yang memiliki 500 juta pengguna, mengajukan tuntutannya kepada Teachbook pekan lalu ke pengadilan wilayah  San Jose, AS atas tuduhan pelanggaran merek dagang. Facebook, dalam tuntutannya menyebut kata 'book' pada nama situs itu memiliki kekhususan dalam konteks situs jejaring sosial dan komunitas online.

Pengamat hukum dari Eric Goldman dari Santa Clara University yang dimintai pendapat soal kasus ini menyebutkan, wajar jika Facebook merasa ini sebagai sebuah ancaman.

"Seiring kian dewasa sebuah perusahaan, sangat umum jika mereka mulai melakukan aksi ke ranah hukum yang membawa sebuah merek dagang, melawan perusahaan atau orang yang menggunakan nama mereka," kata Goldman.

Sementara Shrader menganggap kasus yang menimpa perusahaannya ibarat raksasa yang membombardir kelompok kecil. "Mereka seperti berupaya menghancurkan nyamuk disini dan kami masih tidak yakin, mengapa mereka ingin melakukannya," kata Shrader geram.
(rns/rou)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT