"Dulu sempat ada kampus yang membuka secara luas perpustakaan digitalnya. Semua skripsi dan karya ilmiahnya dipublikasikan secara utuh. Ternyata malah membuka peluang jasa pembuatan skripsi," kata Gede Karya, Kepala Biro Teknologi Informasi Universitas Parahyangan (Unpar), kepada detikINET akhir pekan ini di Bandung.
Seharusnya, lanjut Gede, karya ilmiah jangan dipublikasikan seluruhnya. Hal ini untuk menghindari efek negatif yang bisa ditimbulkan. Walaupun publikasi tersebut merupakan salah satu upaya kampus sebagai institusi pendidikan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Harus ada strategi khusus untuk mengaturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unpar sendiri saat ini tengah menggodok untuk publikasi karya ilmiah di lingkungan kampusnya. "Kami ingin hati-hati. Harapannya, pertengahan tahun depan sudah ada hasil yang signifikan," tukasnya.
Β
(afz/rou)