Penelitian ini dilakukan oleh Lawrence Lam dari sekolah kedokteran di Sydney, Australia, Zi-Wen Peng dari Departemen Pendidikan China serta Sun Yat-Sen yang seorang peneliti dari sebuah universitas di Guangzhou, China.
Ketiga peneliti tersebut melibatkan 1.000 remaja dengan rata-rata berusia 15 tahun dan disodorkan sejumlah pertanyaan. Beberapa pertanyaan antara lain, "seberapa sering Anda merasa tertekan, murung atau gugup ketika sedang offline?" dan "perasaan apa yang hilang begitu Anda kembali online?".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan bulan kemudian, mereka kembali dinilai untuk hal depresi dan kecemasan. Hasilnya? Lebih dari 8% atau 87 remaja mengalami peningkatan depresi.
"Risiko bagi mereka yang kecanduan internet adalah sekitar dua setengah kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang tidak," ujar para peneliti.
"Hasil ini menunjukkan bahwa anak muda yang awalnya bebas dari masalah kesehatan mental tetapi setelah menggunakan internet, tingkat depresi mereka justru meningkat," tukas Lam.
(feb/ash)