"Jangan dipolitisir. Itu kan hanya pemeringkatan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau situs survey," kata Rektor ITB Ahmaloka saat berbincang dengan detikINET, Senin (19/7/2010) sore.
Menurutnya, jika dipolitisir ia khawatir lembaga pendidikan tinggi hanya akan berorientasi memperoleh ranking. "Padahal itu hanya salah satu cara saja. Dan itu kan dilihat dari popularitasnya. Popularitas hanya bagian kecil saja," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu ranking pertama. Yang kemarin itu dipolitisir. Kalau di lihatnya engineering dan MIPA saja kita masih yang pertama. Tapi ITB dinilai Fakultas Kedokterannya. Ya jelas lah nggak hebat. Orang kita tidak punya Fakultas Kedokteran," terangnya.
Karenanya, Ahmaloka berharap dalam pemeringkatan universitas harus benar-benar dilihat dan diukur. Jangan hanya dari satu sisi saja. Namun segala sisi juga harus dinilai.
(afz/wsh)