"Nanti kalau RPM ini kami buka banyak yang akan terkejut, bukan karena ketakutan, tapi terkejut karena isinya terlalu soft," ujar Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto kepada detikINET.
"Inilah yang diinginkan banyak pihak, setelah versi sebelumnya banyak yang menolak dan ini juga sebagai wujud tanggung jawab pemerintah ke publik," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking lembeknya RPM Konten versi revisi ini, bahkan Gatot mengkhawatirkan malah akan menimbulkan reaksi dari publik lantaran mempertanyakan bagian ketegasannya.
"Akibatnya kami bisa menjadi sorotan publik pula, karena ini terlalu soft. Bisa saja banyak yang menilai, kok pemerintah membuat aturan yang sangat soft?" tukasnya.
"Tapi ini kita buat seperti yang diinginkan publik, dan bukan berarti cuma ganti mantel (judul-red.) tapi isinya juga berubah total. Ini risiko kami karena membuat peraturan yang soft," Gatot menambahkan (ash/fw)