Tak hanya untuk komunikasi, ponsel di sana juga digunakan untuk menyimpan materi pelajaran dan bahkan menjadi alat pengganti pensil dan kertas. Program aplikasi teknologi itu rupanya sudah diterapkan sejak lima tahun lalu.
Namun seorang psikolog, James Sanderson yang menuliskan tesisnya tentang bullying mengatakan, sekitar 80 persen remaja menjadi korban atas cyber bullying atau kekerasan remaja dalam dunia maya. Dikutip detikINET dari Bignews Network, Selasa (15/6/2010), ia juga menambahkan, sejak anak berusia 15 tahun, mereka sudah menjadi korban kekerasan teks pada ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, serangan teks biasanya terkait dengan bentuk tubuh, seksualitas, sikap dan gaya berpakaian seseorang. Profesor Noeline Wright dari Universitas Waikato sendiri menilai program aplikasi teknologi di Howick Collage perlu diwaspadai. Rawannya bullying, pencurian dan pengiriman isi teks yang tak pantas bisa saja terjadi di kalangan remaja yang labil.
"Remaja cendurung menjaga ponsel mereka setiap waktu. Itu juga yang meningkatkan banyaknya aksi kekerasan remaja. Perlu ada prosedur yang benar-benar baik di sekolah untuk mengelola program itu," tutup Sanderson.
(feb/ash)