"Sebuah permintaan serius: Adakah dari kalian yang punya seorang kawan polisi di Bangkok yang bisa membantu kami? Anakku diculik." tulis Martin Perry di akun Twitternya.
Perry yang bekerja sebagai konsultan TI ini sudah tinggal di Thailand sejak tahun 2007. Ia dan istrinya yang berkewarganegaraan Thailand, Gritchana sudah tak melihat anaknya sejak akhir Maret. Bayinya yang bernama Tristan ini hilang dari sebuah tempat penitipan anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak itu ponsel ibu mertuaku selalu dimatikan. Tapi ada satu kali kami bisa menghubunginya, Ia meminta sejumlah uang. Kami melacak sejumlah alamat, tapi mereka tak pernah ada," tambahnya.
Perry rupanya sengaja minta pertolongan melalui Twitter karena pertolongan dari kepolisian Thailand dirasa kurang . "Kami sudah melapor ke polisi, tapi mereka hanya mencatat cerita saya saja. Orang-orang bercerita kalau polisi disini sangat korup, saya harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan pertolongan," tukas Perry.
Seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (9/6/2010). "Ini sangat mengkhawatirkan karena kau tak tahu dimana anakmu berada, padahal disini sedang ada kerusuhan," tutup Perry.
(feb/eno)