Dalam studi yang dilakukan di Inggris ini juga ditemukan, delapan dari 10 anak berusia 14 hingga 16 tahun secara diam-diam mengakses foto atau video porno menggunakan komputer di rumah, sementara dua pertiga diketahui mengaksesnya melalui ponsel.
Dalam banyak kasus, orangtua tidak bisa terus mengawasi putra-putri mereka. Bahkan beberapa diantaranya tidak tahu bagaimana menginstal perangkat pengawasan internet untuk mencegah anak-anak mengakses konten terlarang. Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan bisa berdampak buruk pada generasi muda.
"Ada banyak bukti kuat bahwa pornografi memiliki efek negatif pada setiap individu maupun kelompok," kata Sosiolog Michael Flood seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, Selasa (8/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli memberi peringatan, maraknya tayangan bermuatan seks ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menciptakan masalah sosial di kalangan anak-anak muda. (rns/eno)