Puncak perayaan ulang tahun ke-50 Apple kabarnya akan diramaikan oleh kehadiran artis besar dari Inggris, yaitu Paul McCartney.
Rumor ini dihembuskan Mark Gurman dari Bloomberg lewat kicauannya di X. Menurutnya, tanpa menyebut nama pemain bas The Beatles itu, artis ini adalah bagian dari 'British Invasion', dan akan membuat Steve Jobs sangat senang.
"Para staf sangat bersemangat setelah diberitahu siapa penampil besar yang akan hadir (di puncak perayaan ulang tahun). Menurut saya, dia masih sangat hebat, dan bagian dari British Invasion dan Jobs akan sangat senang," tulis Gurman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumor ini didukung oleh jadwal McCartney yang saat ini tengah melakukan tur di Amerika Serikat. Menariknya, Apple sendiri punya sejarah panjang dengan The Beatles, dan sejarahnya itu tak mulus-mulus amat, karena melibatkan persengketaan di Meja Hijau.
Kasus bermula pada 1978, saat Apple Corps --perusahaan yang didirikan oleh The Beatles-- menggugat Apple Computer karena dianggap melanggar merek dagang 'Apple'.
Sengketa ini berakhir pada 1981 dengan kompensasi USD 80 ribu (sekitar Rp 4,4 miliar nilai sekarang) dan kesepakatan tegas: Apple Computer tidak boleh masuk bisnis musik, sementara Apple Corps tidak masuk bisnis komputer.
Namun batas itu mulai goyah pada akhir 1980-an. Pada 1986, Apple Computer menambahkan fitur audio dan MIDI ke produknya. Langkah ini memicu gugatan kedua pada 1989. Sengketa tersebut berujung pada penyelesaian 1991 dengan nilai sekitar USD 26,5 juta (sekitar Rp 1 triliun saat ini).
Dalam kesepakatan itu, Apple Corps memegang hak merek untuk karya musik, sementara Apple Computer boleh menggunakan nama 'Apple' untuk perangkat dan software yang memutar atau mendistribusikan konten, selama bukan dalam bentuk media fisik seperti CD.
Memasuki era digital, konflik kembali memanas. Pada 2003, Apple Corps menggugat lagi setelah Apple meluncurkan iTunes Music Store. Mereka menilai penggunaan logo Apple di layanan musik digital melanggar perjanjian sebelumnya.
Kasus ini bergulir hingga pengadilan tinggi Inggris pada 2006. Hakim memutuskan kemenangan untuk Apple Computer, menyatakan tidak ada pelanggaran kontrak. Meski demikian, pihak Apple Corps menolak putusan tersebut. "Kami menilai hakim telah mengambil kesimpulan yang keliru. Kami akan mengajukan banding," kata manajer Apple Corps, Neil Aspinall saat itu.
Babak akhir konflik terjadi pada 2007. Kedua pihak sepakat berdamai, dengan Apple Inc. mengambil alih seluruh hak merek 'Apple' dan melisensikannya kembali ke Apple Corps. Nilai kesepakatan ini tidak diungkap, meski laporan menyebut bisa mencapai USD 500 juta.
CEO Apple saat itu, Steve Jobs, mengatakan, "Kami mencintai The Beatles, dan konflik ini menyakitkan. Senang rasanya bisa menyelesaikannya secara positif," kata Steve Jobs, CEO Apple saat itu.
Neil Aspinall, manajer Apple Corps saat itu, juga menyambut baik akhir konflik. "Senang bisa menutup perselisihan ini dan melangkah ke depan. Kami menantikan kerja sama yang damai," ujar Neil Aspinall, manajer Apple Corps saat itu.
Perdamaian ini membuka jalan bagi katalog musik The Beatles masuk ke era digital. Meski sempat tertunda, lagu-lagu mereka akhirnya resmi hadir di iTunes pada 2010, menandai berakhirnya salah satu rivalitas paling unik antara nama besar di dunia teknologi dan musik.
(asj/fay)

