Jobs meyakinkan bahwa pekerjaan yang dilakukan di pabrik yang berlokasi di Shenzhen, China ini bukanlah kerja rodi. Namun lebih kepada belum ada standar etika perusahaan yang berhasil dikompromikan.
"Pergilah ke pabrik itu. Mereka punya rumah makan, bioskop, rumah sakit dan kolam renang," kilahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap kenaikan upah bisa membantu meningkatkan standar hidup mereka dan memungkinkan mereka memiliki waktu luang lebih. Itu baik untuk kesehatan," ujar seorang pejabat perusahaan Foxconn.
Dikutip detikINET dari Sky News, Kamis (3/6/2010), kematian yang terjadi di pabrik itu diduga karena jam kerja yang panjang, upah yang rendah dan stres yang
tinggi. Kebanyakan pekerja pabrik itu adalah para migran dari daerah miskin dan pedesaan di sekitar China.
Foxconn konon meningkatkan jam kerja para karyawan demi memenuhi kebutuhan akan iPhone dan iPad, selain itu juga ada tekanan untuk merahasiakan apa yang mereka kerjakan -- sesuai permintaan dari Apple.
Apple sendiri sudah melakukan audit pada seluruh pemasoknya, termasuk Foxconn. Hasil audit tersebut menyatakan ada salah satu pemasoknya yang melakukan praktek tidak benar, termasuk di antaranya adalah lembur tak dibayar dan penggunaan buruh anak. Hanya saja laporan itu tak menyebutkan pemasok mana yang bermasalah.
(feb/ash)