Entah apa yang melandasi pemikiran Zulfikry Imadul Bilad, sang pelaku, saat berbuat demikian. Dalam statusnya, mahasiswa kimia ITB ini menuliskan kalimat yang sangat menyinggung masyarakat Papua. Status tersebut ditulisnya usai pertandingan sepak bola antara Persib versus Persipura pada 2 Mei 2010 lalu.
Kontan status ini langsung mendapat reaksi keras dari komunitas mahasiswa Papua. Tak main-main, komunitas mahasiswa Papua yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Anti Rasis di Indonesia melakukan aksi damai di Gedung Sate dan kampus ITB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini, tambah Yohanes, merupakan bentuk penolakan atas perilaku rasis yang masih terjadi di Indonesia. "Seringkali terjadi. Tapi kita tidak memiliki bukti. Kebetulan kasus ini kita punya buktinya," ia menandaskan. (afz/ash)