Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Berbekal Teknologi, Tunanetra Bisa Menembus Batas

Berbekal Teknologi, Tunanetra Bisa Menembus Batas


- detikInet

Jakarta - Teknologi selayaknya diciptakan tanpa mebeda-bedakan kondisi dan status penggunanya. Tak perlu minder jika merasa kekurangan. Bahkan dengan teknologi, tunanetra pun bisa menembus batas dan meraih mimpi.

Seorang bocah tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

Sekilas ilustrasi di atas mungkin bisa menjadi contoh betapa tunanetra kadang terjebak dalam sekat-sekat keterbatasan. Seolah menampik hal itu, seorang techno-geek tunanetra berusaha mendekonstruksi hal tersebut dengan seminar motivasi yang diadakannya. Ia berharap, para tunanetra bisa menembus batas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tema 'menembus batas' atau 'Breaking The Limits' ini menjadi bahasan utama dalam
seminar motivasi yang dilakukan oleh Eko Ramaditya Adikara.

Dalam Seminar tersebut, tunanetra yang melek teknologi ini banyak memberikan
motivasi kepada beberapa peserta yang juga tunanetra.

Berbekal laptop biasa -- bukan laptop khusus dengan huruf braille -- Rama beberapa kali mendemokan teknologi-teknologi yang tanpa disadari ada dan berguna bagi tunanetra. Contohnya adalah screen reader, sebuah fitur pembaca layar pada OS Windows 7 dengan modus suara.

Dengan fitur ini, tentunya para tunanetra bisa asyik menjalankan komputer seperti orang melek lainnya. Tak hanya itu, mereka pun bisa browsing, chatting, berkirim e-mail, Facebook, Twitter dan serangkaian fungsi kebudayaan online, yang sedang digandrungi saat ini.

"Bapak-bapak ibu-ibu, siapa bilang orang buta tidak bisa chatting," candanya kepada peserta seminar. Spontan para peserta seminar langsung tertawa.

Gadget Sebagai Sohib Karib

Saat ini beberapa gadget bisa menjadi sahabat karib bagi tunanetra. Sebut saja
iPod shuffle yang biasa ditenteng ABG ke mall-mall, iPhone 3GS, serta iPad yang
belakangan ini menjadi buah bibir.

Beberapa orang berpikir, gadget-gadget tersebut selama ini mungkin hanya layak
disandang orang-orang berpenglihatan normal. Nyatanya tidak. Sekali lagi
teknologi diciptakan tanpa mebeda-bedakan status penglihatan penggunanya.

Ternyata fitur voice over, telah dibenamkan Apple sejak iPod Shuffle generasi
terbaru. Alhasil iPhone 3GS serta iPad pun bukan masalah lagi bagi tunanetra.
Malah mereka bisa menjadi sohib karib untuk menembus batas.

(fw/ash)






Hide Ads