undian yang diselipkan pada starter pack Simpati.
Kepada detikINET, GM Corporate Communication PT Telkomsel, Ricardo Indra mengatakan bahwa kasus penipuan yang mengatasnamakan perusahannya sering kali terjadi.
"Seminggu lalu kita baru membongkar penipuan dengan modus minta sumbangan untuk ulang tahun Telkomsel. Dan itu terjadi di Jakarta. Coba, bisa dibayangin ngga nekatnya," katanya saat menghubungi detikINET, Rabu (28/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untungnya perusahaan yang dimintai sumbangan tersebut langsung menghubungi pihak kami. Jadi mereka terhindar dari penipuan," ungkapnya.
Indra juga tidak memungkiri jika perusahaan tempatnya bekerja ini sering menjadi
alat para penipu untuk mengeruk keuntungan. Karenanya, pihaknya saat ini bekerjasama dengan polisi untuk meminimalisir tindak penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel.
"Minggu lalu kita tangkap 15 orang pelaku penipuan lewat SMS. Sebenarnya bukan kita yang menangkap. Tetap polisi yang menangkap, tapi kita membantu polisi untuk menangkapnya. Dan kita coba minimalisir tindak penipuan semacam ini," tukasnya.
Sebelumnya, ada modus penipuan baru yang mengatasnamakan Telkomsel. Dengan menggunakan kupon hadiah yang diselipkan pada paket kartu perdana milik Telkomsel. Dalam kupon tersebut, si penipu mengiming-imingi hadiah berupa mobil.
Untuk lebih meyakinkan para calon korbannya, kupon tersebut juga telah diberi stempel dengan logo Polda Metro Jaya. Dalam kasus ini, dengan tegas Telkomsel membantah pihaknya menyelenggarakan program kupon undian tersebut. (afz/fyk)