Arthur Goldstuck, bos vendor teknologi World Wide Worx kurang setuju dengan usul Malusi Gigaba, Deputi Kementerian Dalam Negeri Afsel yang meminta sensor porno di internet, ponsel dan televisi. Menurut Arthur, biayanya akan sangat tinggi yang bakal membuat ongkos internet melonjak.
Malusi beralasan, sensor dibutuhkan demi melindungi anak kecil dari paparan porno media massa, selain untuk memerangi pornografi anak-anak. Namun, Arthur berujar, sensor semacam itu berongkos sangat mahal bagi negara, penyedia layanan internet dan rakyat Afsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyinggung sensor yang dilakukan China memaksa raksasa internet Google angkat kaki dari negeri itu. Menurutnya, Afsel tak perlu mengikuti upaya negeri Tirai Bambu karena bisa membatasi kebebasan berbicara.
Lalu bagaimana dengan maraknya pornografi yang berkeliaran di dunia maya? DetikINET kutip dari Iol, Rabu (21/4/2010), Artthur menilai sudah ada hukum memadai yang ditujukan untuk memerangi pornografi anak.
Selain China, sebenarnya beberapa negara sudah mempertimbangkan untuk memblokir konten terlarang di dunia maya. Misalnya saja Australia sudah berancang-ancang memberlakukannya. (fyk/ash)