Imbauan ini dikeluarkan oleh rektor yang baru saja menjabat pada awal tahun ini karena institusinya dicatut oleh sebuah situs yang menjual ijazah palsu di internet.
"Buat perusahaan-perusahaan yang meragukan keabsahan ijazah kita, harap melapor ke kampus. Nanti kita akan proses ijazah yang bersangkutan asli atau palsu," katanya saat menghubungi detikINET via ponsel ketika tengah berada di London, Inggris, Rabu (24/3/2010) WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas tidak pernah merilis ijazah tanpa masuk database. Nah, nanti kalau kemudian diketahui ijazah tersebut tidak ada di data kami, maka itu dipastikan palsu," tegasnya.
Akhmaloka sendiri saat ini tengah berada di London, Inggris, bersama kelima rektor asal Indonesia lainnya. Yakni rektor Universitas Indonesia, Univ. Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Univ. Bina Nusantara dan Institut Teknologi Bandung. (afz/ash)