Dalam sebuah keluarga misalnya, ada orang tua yang sampai harus memanggil pihak berwajib hanya untuk menghentikan kelakukan anaknya yang tak bisa lepas dari jeratan dunia maya.
Demikian diceritakan Richard Graham, seorang konsultan dari rumah sakit Capio Nightingale di Inggris. "Banyak para orang tua yang mengeluh kepada saya tentang kelakuan anak-anaknya yang tidak mau mematikan komputer mereka," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah sakit Capio Nightingagle sendiri bakal segera membuat unit layanan khusus untuk merawat dan mengobati para penggila dunia maya, game dan ponsel. Target sasaran pasien mereka adalah remaja berumur 12-17 tahun.
"Layanan kesehatan mental sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan perilaku dari para remaja terkait perkembangan dunia. Jadi mereka dapat lebih sadar bagaimana seharusnya bertindak ketika online, di depan layar kaca, serta saat nge-game," pungkas Graham.
(ash/fyk)