Di awal karirnya, Susanto mengisahkan, sempat menjadi konsultan manajemen. Nah, ketika bekerja dalam profesi inilah Susanto digembleng dengan filosofi Kopasus tersebut.
Namun tunggu dulu, gemblengan yang dimaksud bukan dalam arti pelatihan fisik yang keras. Melainkan lebih kepada pelatihan kesiapan mental yang membuat dia harus siap diterjunkan di medan tempur manapun.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susanto menjelaskan bahwa alasan bagaimana akhirnya ia menerima tawaran prestise tersebut karena percaya bahwa Microsoft adalah perusahaan penting dalam dunia TI. Di mana posisinya memiliki peran penting dalam memajukan dunia TI Tanah Air.
Dan meskipun berasal dari dunia berbeda, pria berkacamata ini berani menerjang tantangan menjadi suksesor Tony Chen sebagai orang nomor satu Microsoft di Indonesia sejak Januari 2010.
Jika ditilik dari latar belakang karirnya, Sutanto memang lebih dekat dengan industri media dan bisnis musik. Ia bergabung dengan Microsoft Indonesia setelah memimpin jaringan penyiaran dan pertelevisian Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), di mana ia menjadi CEO sejak 2008 dan Managing Director tahun 2003.
Selain itu, sebelum berkarir di RCTI, Sutanto mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia dan menjadi Senior Vice President di Asia Tenggara. Hal ini merupakan perubahan dari bidang yang digeluti sebelumnya sebagai Senior Associate, sebuah grup pelayanan finansial untuk Booz Allen Hamilton, Asia Tenggara. (ash/faw)