Jeroen kini tinggal di Belanda. Ia sudah bekerja dan hidup mapan. Namun, pria 28 tahun itu tidak bisa memungkiri ada lubang dalam hatinya. Ia selalu bertanya-tanya di manakah Sumini?
Sumini, memang bukan perempuan biasa bagi Jeroen. Perempuan yang diduga asal Palembang itu adalah ibu kandung Jeroen. Wajah Sumini tidak pernah dilihat Jeroen sejak bayi. Maklumlah, pria ini diadopsi warga Belanda dan dibawa ke negeri kincir angin itu sejak masih berkulit merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Jeroen, menemukan orang tuanya merupakan hal yang sangat penting. Jeroen sangat penasaran ingin mengetahui seperti apa orang tuanya. "Saya tidak pernah tahu mereka. Tidak pernah melihat mereka.Dan saya penasaran untuk mengetahui mereka. Ini bukan hal yang putus asa, tetapi sesuatu yang saya anggap menambah dalam kehidupan saya dan "aturan" menuju diri saya sendiri dan orang tua kandung saya," curhat Jeroen dalam blognya.
Sayangnya meski menggebu ingin bertemu orang tuanya, petunjuk yang dimiliki Jeroen tentang ortunya sangat minim. Ia hanya berbekal pada akta kelahiran. Dari akta, Jeroen mengetahui ibunya bernama Sumini.
Sumini awalnya tinggal di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Kemudian SuminiΒ pindah ke Utan Kayu, Jakarta. Tidak diketahui siapa nama ayah Jeroen. Namun tercantum akte ditandatangani oleh Adang Djumanta.
Jeroen diadopsi orang tuanya yang warga Belanda lewat Yayasan Mulia. Orang tua Belanda Jeroen datang ke Indonesia pada November 1982 untuk menjemput Jeroen dari Yayasan Mulia. Mereka menandatangani semua dokumen di depan notaris Mr Junus Enung Maogimon, beliau sudah meninggal dunia.
"Orang tua Belanda saya membawa saya ke Negara Netherlands. Dan hanya itu informasi yang saya ketahui mengenai adopsi saya," jelas Jeroen.
Kini Jeroen terus mencari orang tuanya. Anda ingin membantunya?
Kunjungi Blog-nya di Blogspot atau gabung dengan Group 'Membantu Jeroen' di Facebook
(iy/wsh)