Kepala BSA Indonesia Donny A. Sheyoputra beralasan, meski strategi BSA itu terkesan 'usang' karena sudah digalakkan sejak beberapa tahun lalu, namun masih ada saja ditemui masyarakat yang membutuhkan tambahan pengetahuan soal software.
"Buktinya ketika saya melakukan sosialisasi di suatu wilayah, masih ada saja masyarakat yang belum mengerti tentang software legal dan ilegal. Jadi sosialisasi memang belum cukup, dan tak akan pernah cukup," ujarnya dalam jumpa pers di Restoran Sindang Reret Jakarta, Rabu (13/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan lain yang dimaksud di antaranya bakal terus melakukan pelatihan terhadap anggota kepolisian agar semakin cakap dalam membedakan mana jenis-jenis software. Jadi ke depannya diharapkan, tidak akan ada lagi salah razia yang terjadi, software open source dan freeware dikira proprietary.
Sementara strategi baru yang bakal dijalankan BSA adalah dengan berkoordinasi dengan Tim nasional HaKI yang bakal membentuk Direktorat Penyidikan khusus HaKI.
"Di rencana ini, kami terlintas untuk memberi pelatihan kepada personil penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Sebab selama ini, PPNS dapat dikatakan belum pernah melakukan razia sama sekali," jelas Donny.
(ash/faw)