"Penyebaran ideologi terlarang itu jelas sangat berpengaruh terhadap para siswa. Apalagi di Kota Probolinggo keberadaan warnet bak tetumbuhan kecambah dimana-mana," ujar Kepala Diknas Kota Probolinggo, Maksoem Subani kepada wartawan di kantornya, Senin (11/1/2010).
Tujuan dilakukannya penataran terhadap para guru itu, menurut Maksum, untuk memperkenalkan dunia teknologi informasi. "Kecanggihan teknologi sekarang itu sangat luar biasa. Kan sangat lucu jika ada guru tidak bisa membuka internet dan kalah dengan murid," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maksum menjelaskan, pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara maksimal terhadap kegiatan para siswa yang berada di luar jam sekolah. "Kegiatan belajar internet itu kan di luar sekolah. Jadi kegiatan non formal seperti itu saya kira menjadi tanggungjawab masing-masing pihak terkait dengan maraknya PKI2010 yang belakangan heboh muncul di jejaring facebook internet," katanya.
Untuk mengantisipasi dampak pengaruh menyebarnya ideologi PKI, ia menandaskan, tentu saja harus melibatkan semua pihak. Seperti Linmas dan jajaran kepolisian setempat.
(gik/ash)