Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Studi: Radiasi Ponsel Cegah Otak dari Kepikunan

Studi: Radiasi Ponsel Cegah Otak dari Kepikunan


- detikInet

Florida - Radiasi ponsel cukup identik dengan bahaya bagi kesehatan, misalnya diklaim menimbulkan kanker. Namun sebuah studi baru mengklaim hal sebaliknya, radiasi telepon genggam justru bermanfaat bagi kesehatan.

Riset di University of South Florida, Amerika Serikat, mengklaim, gelombang elektromagnetis ponsel bisa melindungi dari bahaya penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah keadaan penurunan fungsi saraf otak di mana daya ingat penderita menurun drastis (pikun).

Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Kamis (7/1/2010), periset melibatkan 96 ekor tikus, beberapa di antaranya secara genetis menderita Alzheimer dan sebagian adalah tikus normal. Hewan percobaan ini dipaparkan radiasi ponsel dengan frekuensi 918-megaHerz selama 1 jam dalam kurun waktu 7 sampai 9 bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya pada tikus berumur lebih tua tua, paparan radiasi dalam waktu lama ternyata membuat timbunan protein beta-amyloid yang terakumulasi di otak penderita sebagai tanda-tanda Alzheimer hilang. Sementara kerusakan memori di tikus lain juga lenyap.

Pada tikus berusia muda, studi ini menunjukkan radiasi ponsel dapat melindungi dari risiko Alzheimer. Sedangkan level memori otak tikus normal yang secara genetis tak berisiko menderita Alzheimer, ternyata mengalami peningkatan dengan paparan radiasi ponsel.

"Saya mulai studi ini beberapa tahun lampau dengan hipotesis gelombang elektomagnetis dari ponsel akan mengganggu tikus penderita Alzheimer," ujar pemimpin riset, Gary Arendash, profesor di University of Southern Florida.

Namun Arendash dan timnya kaget karena paparan radiasi ponsel justru bermanfaat untuk kesembuhan hewan penderita Alzheimer. Berdasarkan temuan ini, para periset berharap manfaat serupa dapat diterapkan pada manusia penderita Alzheimer. (fyk/faw)




Hide Ads
LIVE