Seorang perwakilan PBB dengan didampingi seorang sekuriti khusus PBB, menyatakan tidak setuju pada salah satu standing banner yang dipasang oleh OpenNet Asia. Menurut mereka, standing banner tersebut melanggar peraturan PBB, sebagai salah satu sponsor utama IGF 2009, karena tertulis bahwa "Great Firewall of China" adalah salah satu sistem penyaringan (filtering) tingkat nasional yang pertama di dunia.
Perwakilan PBB tersebut meminta standing banner tersebut tidak dipasang, khususnya saat acara welcome party diadakan oleh OpenNet Asia pada hari pertama IGF 2009, Minggu (15/11/2009). Permintaan tersebut kontan ditolak! Walhasil, sekuriti khusus PBB yang berbadan kekar langsung membongkar paksa standing banner tersebut dan tanpa basa-basi langsung membawanya pergi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah teman-teman peneliti yang tergabung dalam OpenNet Asia pun segera menyebarkan ulah PBB tersebut kemana-mana, termasuk via Twitter, Facebook dan media lainnya. Saat standing banner tersebut dilipat oleh sekuriti PBB, sejumlah peserta diskusi yang sempat terpengarah oleh aksi PBB tersebut pun bertepuk tangan memberikan dukungan kepada tim peneliti OpenNet Asia.
Kini informasi tentang aksi memalukan PBB tersebut makin beredar luas di ranah maya dan menuai banuak kecaman. Salah satu dedengkot ONI yang juga Direktur Citizen Lab di Universitas Toronto Kanada, Ron Deibert, mempertanyakan apa manfaat acara IGF jika topik soal kebijakan penyensoran dan pengawasan Internet justru diberangus.
Satu-satunya video tentang insiden PBB yang memalukan tersebut dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=d-kxYt2LwKc.
*) Penulis menghadiri IGF 2009 di Sharm - Mesir, dalam kapasitas sebagai peneliti Indonesia untuk komunitas internasional OpenNet Initiative yang memperjuangkan kebebasan berekspresi di media baru. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail dbu[at]donnybu.com (wsh/wsh)