Aksi penolakan ini dipicu dari terbitnya surat keputusan dari pengelola Gede Pangrango dengan nomor SK.93/11-TU/ 1/2009 yang dianggap sangat tidak berpihak kepada pecinta alam khususnya pendaki gunung Indonesia.
Aturan yang paling ditentang para pecinta alam ini sepertinya terkait melonjaknya tarif masuk bagi para pengunjung, baik itu yang sekadar hiking ke air terjun Cibeureum ataupun bagi pendaki yang ingin menaklukan gunung yang melintas dari Cibodas hingga Cipanas (Gunung Putri) atau Pangrango ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lo aja bro naek kesana bayar harga segitu,gw sih ogah!!tuh gunung mau apapun juga alesan nya tetap milik tuhan,manusia ga punya hak untuk membuat gunung menjadi komersil!!!," potongan komentar dari anggota grup ini bernama JImmy JImZ.
Lain lagi komentar dari Agus Sugiarto, anggota lainnya. Ia menyoroti kekhawatiran terhadap para pendaki yang dianggap akan merusak kawasan taman nasional ini.
"Tujuan Utama adalah Pelestarian Alam dan Konservasi Cagar Alam, Namun edaran tsb hanya bertujuan Merekomendasi Rekrutmen penambahan Jumlah pegawai pengelola TNGGP, yg dibiayai dari sumber2 besaran pemasukan dan jumlah pengujung yg didasari analisa pengunjung2 sebelumnya, Tapi bukan berdasarkan analisis menyeluruh kerusak...an alam yg cukup berat. Coba bayangkan.. -Mana ada pendaki bawa gergaji.?! -Mana ada pendaki bawa kayu gelondongan.?!," ketusnya.
Dari pemantauan detikINET, Sabtu (14/11/2009) sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah pendukung dari grup ini telah mencapai 8.187 orang.
Dan mereka pun tak ingin bersuara di dunia maya. Menurut rencana, para penggerak grup ini bakal 'turun gunung' menggelar diskusi di dunia nyata yang bertempat di SMA 24 Senayan, Jakarta Pusat.οΌ
(ash/ash)