Hal itu dikemukakan Evan Kohlman, pengamat terorisme, seperti dikutip detikINET dari Wired, Rabu (14/10/2009). "Taliban memang tergolong telat dalam hal dunia video online, dan upaya-upaya awal mereka terbilang kurang sukses," tukas Kohlman.
Menurutnya, Taliban belakangan sempat memposting video dengan format standar (AVI, MPEG dan lainnya) langsung dari situs mereka. Hal ini membuat server kelompok tersebut kewalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan laion menyebutkan Taliban juga semakin mengadopsi tren-tren baru di dunia online. Misalnya, salah satu situs mereka telah memungkinkan pengguna untuk langsung berbagi tulisan lewat layanan seperti Twitter, Facebook dan lainnya.
Disebutkan bahwa kanal Istiqlal Media saat ini masih sedikit isinya. Beberapa montase bom mobil dan pertempuran ditampilkan dengan latar musik tapi tanpa narasi apa-apa.
Saat dikunjungi detikINET kanal tersebut bahkan tidak memiliki video yang bisa diakses. Video yang ada terlihat sudah dicabut oleh YouTube karena dianggap melanggar syarat penggunaan situs milik Google itu.
(wsh/wsh)